Mengubah Cara Pandang Dalam Digital Ekonomi
Revolusi Digital yang telah terjadi sejak tahun 1980, Telah turut serta mempengaruhi revolusi bermasyarakat, pertanian, revolusi Industri, revolusi digital, dan gaya hidup menandai awal era informasi atau dapat kita fokuskan saat ini pada era digital ekonomi.
Fasilitas digital yang semakin memanjakan para penggunanya tentu telah banyak melahirkan kesempatan lebih luas ke arah ruang globalisasi. Kesempatan yang mengacu pada pengembangan diri atau segala hal yang menambah nilai positif pada penggunanya, atau sebaliknya hingga berujung pada penahanan dan kerugian. Sehingga lahan ini memiliki peluang yang begitu besar bagi lahirnya para start-up untuk berkontribusi menyalakan kreativitas dalam ekonomi kreatif.
Start-Up dapat dalam bahasa Inggris yang berarti tindakan atau proses memulai sebuah organisasi baru atau usaha bisnis. Akan lebih mudah jika istilah Startup diartikan sebagai perusahaan baru yang sedang dikembangkan. Start-up Istilah ini mulai berkembang di tahun 90-an hingga tahun 2000.
Karakteristik Start-Up
Perusahaan tersebut belum memiliki dana besar dan hanya dijalankan oleh beberapa orang. Sebagai contoh, Tokopedia awalnya adalah sebuah startup e-commerce dengan platform situs marketplace. Tokopedia bersaing dengan banyak perusahaan e-commerce lainnya. Lazada contohnya. Hanya saja Lazada bukanlah startup. Lazada hadir sebagai perusahaan raksasa yang langsung didanai dengan dana besar.
Elevania merupakan contoh lainnya. Jika Lazada bergerak di bidang toko retail, maka Elevania memiliki karakteristik seperti Tokopedia. Situs ini bukan starup karena didanai oleh XL Axiata dan situs yang langsung memiliki dana besar.
Perusahaan baru berdiri kurang dari tiga tahun, SDM berjalan dengan tiga hingga lima orang hal ini bukan berarti tidak maju dan tidak berkembang namun memaksimalkan kerja efektif dan tidak ada pemborosan dana, bekerja multitasking dan semangat "Muda" banyak ditemukan CEO start-up beruia di bawah 35 tahun, jika pun lebih berarti mereka tetap memiliki semangat muda dalam mengembangkan perusahaan. Pendapatan investor, pendapatan yang masih tergolong kurang tetapi bisa bertahan oleh karena dua faktor. Faktor pertama, adanya investor yang memberikan dana besar dan kedua, bootstraping atau pendanaan sendiri yang masih mencukupi untuk beberapa tahun ke depan. Bergerak di bidang teknologi dan beroperasi dengan website.
Perkembangan Dunia Startup di Indonesia
Menurut Rama Mamuaya, CEO dailysocial.net,
Startup di Indonesia digolongkan dalam tiga kelompok yaitu Startup pembuat
game, serta Startup perdagangan atau e-commerce, Startup aplikasi edukasi, dan informasi. Menurutnya Start-up game dan
aplikasi edukasi punya pasar yang potensial dan terbuka di Indonesia. Hal ini
dikarenakan proses pembuatan game dan aplikasi edukasi relatif mudah.
Terlebih lagi perkembangan mobile phone dan platform sosial media semakin menambah pasar potensial bagi pengembangan e-commerce dan informasi, membuat alat kecil (Hand-phone) menghubungkan informasi dunia. Startup-Startup lokal yang kini sudah mencetak sukses di dunia maya diantaranya Bukalapak, Online transportations,Kaskus, Urbanesia, dll.
Belajar pada Martin Zwilling dalam enam langkah cara ia membangun bisnis dengan mental Start-up:
![]() |
| Martin Zwilling |
1. Berkomunikasi dengan seseorang yang telah "berada di sana dan melakukan itu."
Kita sebut networking, ia menemukan bahwa banyak calon pengusaha suka melakukan semua pembicaraan tentang ide baru terbaru mereka dan gagal untuk mendengarkan. Mereka tidak belajar apapun saat berbicara. Pengusaha sukses suka berbagi, tapi mereka merespons lebih baik mendorong daripada terus menuntut.
2. Melakukan penelitian mengenai kisah-kisah sukses yang dapat dijadikan role model.
Internet saat ini menjadi lebih baik daripada perpustakaan raksasa di sebuah universitas, sejak itu berubah ditiap harinya untuk menangkap perubahan dan lebih interaktif. Luangkan beberapa waktu renggang untuk membaca blog yang menarik minatmu dan para influecers, ikuti dengan social media dan perluas dengan cara menghubungi mereka. Berdiskusilah.
3. Cari seorang mentor bisnis seperti layaknya sahabat
Seorang mentor adalah ia yang akan memberi tahu apa yang kita butuhkan, sementara sahabat adalah ia yang mungkin memberi tahu apa yang kamu inginkan untuk didengar. Sebenarnya kita membutuhkan keduanya, dan kemampuan untuk mengatakan perbedaan. Ia menemukan dalam semua keuntungan seorang enterpreneur dari memantulkan gagasan mereka dari orang lain, dan perspektif unik bisa menambah nilai nyata.
4. Jangan melewatkan hal baru, “Belajarlah bagaimana untuk mempelajari kesempatan.”
Hal ini masuk dalam kela-kelas sekolah yang fokus dalam mempelajari kasus dan latihan tim, melampaui dunia akademis hingga seminar profesional dan industri. Fokus pada peluang yang sesuai dengan kebutuhan kita hari ini, karena kita tidak pernah tahu terlalu jauh ke depan apa yang perlu kita ketahui selanjutnya.
5. Volunteer untuk membantu organisasi yang berhubungan dengan minat yang sama.
Tidak ada jalan yang lebih baik untuk melebarkan perspektif dan pemahaman dunia kerja dan lingkungan di mana motvasi positif dapat berdampingan. Kamu dapat menjadapatkan pengalaman pemimpin sejati tanpa komitmen dalam rentang waktu yang panjang dan beban finansial.
6. Mulai bisnis kecil Anda
Biaya masuk untuk pengusaha berada pada titik terendah sepanjang masa, dengan biaya penggabungan yang sangat rendah di kebanyakan negara bagian, alat pembuatan situs web gratis dan kemampuan untuk membuat dan menawarkan aplikasi smartphone .
Belajarlah dari tantangan startup dengan ide berisiko rendah sebelum kita bertaruh semuanya pada mimpi besar. Ia sepenuhnya menyadari bahwa pembelajaran yang dimulai sendiri bukan untuk semua orang. Jika Kita adalah salah satu dari orang-orang yang menyukai kelas terstruktur dan berhitung menghabiskan beberapa minggu di kelas setiap tahun untuk mengejar ketinggalan,Ia tidak merekomendasikan gaya hidup pengusaha dan start-up. Memulai bisnis baru dan inovatif bukanlah proses yang sangat terstruktur, dan menemukan waktu untuk pembelajaran terstruktur tidak mungkin terjadi.
Dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh wartawan Warta Ekonomi kepada Molly Nagler (Startup Mentor di Silicon Valley), Molly mengatakan bahwa hampir semua Startup gagal, namun kegagalan itu tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang negatif karena masih banyak sisi positif didalamnya. Maksudnya adalah jika founder Startup gagal saat melakukan eksekusi maka ia berkesempatan untuk belajar sesuatu yang baru dan ilmu baru, seperti konsep trial and error pada umumnya.
Jika kita melihatnya sebagai jalan memperoleh uang mudah atau sebagai pelarian dari pekerjaan yang ada atau tekanan keluarga, inilah saatnya mengenali bahwa belajar tidak mudah didapat jika hati kita tidak berada di dalamnya.
Tidak ada pengganti untuk melakukan apa yang kita cintai, dan mencintai apa yang kita lakukan. Begitu kita belajar mencintai belajar, kita juga bisa menjadi pengusaha sukses.


Komentar
Posting Komentar